Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kesuksesan Suami, Kehebatan Istri

Siapapun ingin meraih sukses. Sukses meraih harta, sukses dalam pekerjaan, sukses ketika studi, dan sukses membina keluarga. Tak ada seorang pun di dunia yang ingin hidup ala kadarnya. Bahkan tidak ada yang mau hidup menderita.

Apalagi bagi seseorang yang sudah berkeluarga, kesuksesan adalah harga mutlak. Tidak ada lagi waktu yang boleh dibuang percuma. Karena selain harus mencukupi kebutuhan dirinya, ada keluarga yang menjadi tanggung jawabnya.

Seorang suami adalah kepala rumah tangga. Di pundaknya-lah nafkah keluarga diperoleh. Selain karena fisik laki-laki lebih pas untuk bekerja daripada seorang wanita, mencari nafkah adalah kewajiban kepala keluarga. Agama telah memerintahkan hal ini. Seorang istri tidak wajib mencari nafkah untuk membantu suaminya, karena tanggung jawab istri adalah pengelolaan rumah tangga dan pendidikan buah hatinya. Namun, bila dibutuhkan seorang istri boleh membantu suaminya untuk bekerja semampu yang dia bisa.

Nah, ada beberapa catatan bagi Anda yang ingin sukses bekerja dan membina rumah tangga, diantaranya:
Sering-seringlah berbicara dari hati ke hati dengan pasangan Anda, tentang pekerjaan, penghasilan dan hambatan ketika menjalankan profesinya. Apakah ada sesuatu yang bisa Anda bantu untuknya. Komunikasi sangat penting. Begitu banyak suami yang mengecewakan istri karena pendapatan yang kurang memuaskan, begitu juga istri yang kurang baik mengelola rumah. Tanpa komunikasi keretakan rumah tangga bisa cepat terjadi.

 

Lidah dan “Rasa” Kehidupan

Masih ingat tentang pelajaran Sistem Pencernaan Manusia? Salah satu organ yang dibahas adalah lidah. Lidah merupakan indera pengecap. Setiap makanan yang memasuki rongga mulut selain dicerna secara mekanis oleh gigi, juga dibantu pencernaan secara kimiawi oleh lidah yang mengeluarkan kelenjar ludah.

Lidah juga mampu merasakan makanan. Dengan saraf pengecap di setiap titik lidah, manusia bisa merasakan sensasi makanan yang beraneka ragam. Mulai dari manis, asam, asin, hingga pahit. Dan penelitian terbaru menyebutkan adanya saraf pengecap umami yang mampu merasakan gurihnya makanan.

Berbicara tentang lidah berarti berbicara tentang rasa. Anda bisa membayangkan Andai Tuhan menciptakan lidah hanya mampu merasakan pahit saja. Tentu Anda tidak akan bisa merasakan manisnya gula, asamnya jeruk dan asinnya garam. Demikian pula Andai Tuhan hanya menciptakan lidah hanya untuk merasakan manis saja. Tentu sayur yang Anda buat di rumah menjadi hambar. Tahu yang Anda goreng menjadi tak berasa. Dengan berbagai sensasi pengecap, Tuhan telah memberikan anugerah yang mengagumkan bagi manusia untuk menikmati jutaan makanan dengan rasa yang lezat dan beraneka ragam.

Dengan ribuan saraf pengecap di lidah Anda bisa memprediksi apa yang jadi kelebihan dan kekurangan makanan Anda. Anda pun mampu memperbaiki rasa makanan jika kurang lezat. Dan memuji makanan jika rasanya sempurna.

 

Kiat Hidup Berkualitas dalam 24 Jam

Anda bekerja? Anda harus belajar? Anda punya keluarga? Anda harus mengupgrade kemampuan Anda setiap hari? Sedangkan Anda hanya punya waktu 24 jam setiap hari. Tidak lebih. Apakah Anda merasa waktu Anda setiap hari selalu kurang? Apakah Anda pernah berkata dalam hati, “Andai setiap hari ada 50 jam. Maka pembagian waktuku akan cukup. Tidak seperti sekarang. Berantakan.”

Nah, jika hal ini yang Anda rasakan, tentu ini sebuah permasalahan. Anda pasti tahu, bahwa setiap orang di dunia punya waktu yang sama. Orang sukses, orang malas, orang sibuk, orang penuh waktu luang juga punya waktu yang sama. 24 jam. Tidak lebih tidak kurang.

Lalu apa yang membedakan seseorang bisa berhasil atau tidak dalam sehari? Jawabannya ada pada pengelolaan waktu. Bagaimana seseorang mengatur waktunya seoptimal dan seefisien mungkin. Seperti apa wujud pengaturan tersebut?

Sekarang coba Anda tuliskan aktivitas rutin Anda setiap hari dan durasi waktunya. Misal, bekerja durasinya sekitar 8 jam. Perjalanan pulang pergi rumah sekitar 2 jam. Makan, minum, mandi, sekitar 1 jam. Tidur 6 jam. Dan sejumlah aktivitas lain.

Setelah selesai Anda tulis, coba Anda perhatikan satu per satu kegiatan Anda. Jika Anda masih punya banyak waktu luang, tambahkanlah durasi kegiatan yang bisa meningkatkan kualitas hidup Anda. Misalnya bermain bersama Anak, meningkatkan keahlian, ataupun ibadah.

 

Do It First

Pernahkah Anda meminta putra-putri Anda melakukan sesuatu namun mereka tidak menghiraukan Anda? Pernahkah Anda menasihati orang lain akan tetapi ucapan Anda tidak berbekas apapun pada dirinya?
Saya pernah mengalaminya, dan saya yakin Andapun juga.

Hal ini seringkali membuat kita jengkel, marah dan emosional kepada anggota keluarga yang lain. Di dalam hati bisa jadi kita mengatakan, “Masa begini saja tidak mau?” “Masa diminta melakukan ini saja ogah?”

Nah, silakan marah. Silakan jengkel. Namun sebelum emosi ini meledak, silakan jawab pertanyaan berikut pada diri kita masing-masing. Sudahkah kita melakukan hal yang kita perintahkan itu terlebih dahulu, daripada anggota keluarga kita yang lain? Sudahkah kita memberi tauladan pada anggota keluarga kita untuk melakukan apa yang kita inginkan?

Jika belum. Maka sejujurnya kita tidak memiliki alasan apapun untuk marah. Kita juga tidak punya argumen apapun untuk emosi. Bagaimana kita bisa meminta orang lain melakukan apa yang kita inginkan sedangkan kita tidak pernah memberi contoh di depannya? Misalnya, kita ingin putra-putri kita rajin belajar. Namun kita tidak pernah mengajak anak-anak untuk belajar bersama, atau minimal membaca buku keilmuan di depan mereka.

 

Tiap Buah Hati Anda adalah Orang Besar

Saya yakin, semua orang tua yang ingin anak mereka sukses dan menjadi orang besar. Salah satu caranya adalah membuat si kecil giat belajar sejak dini. Memang cara ini tidak salah. Tetapi kadangkala orang tua lupa untuk memberi alasan mengapa si kecil harus giat belajar. Alasan ini tidak dimengerti oleh putra-putri mereka hingga dewasa. Karena tidak mendapat jawaban, akhirnya semangat belajar buah hati kita makin menyusut seiring berjalannya usia.

Saya sangat percaya, anak Anda bisa menjadi pengusaha, penulis, dokter, guru, dosen, insinyur dan beragam profesi lainnya. Hanya saja apakah anak Anda menjadi pengusaha sukses, atau pengusaha asal-asalan? Jadi penulis buku best seller atau hanya penulis buku yang sekedar menggoreskan tinta? Jadi dokter ahli yang dinanti jutaan orang atau dokter yang hanya mengandalkan ijazah dan melakukan malpraktik dimana-mana?

Tentu kita semua ingin generasi penerus rumah tangga kita menjadi orang besar, sukses, berhasil dan bermanfaat bagi sesama. Lalu bagaimana caranya?

Nah, untuk memahami lebih dalam saya ambil satu contoh profesi saja. Penulis misalnya. Untuk menjadi seorang penulis, siapapun bisa. Namun untuk menjadi penulis terbaik dengan buku best seller tidak semua orang mampu. Mengapa?

Keluarga dan Rintangan Hidup

Jika Anda pernah menyaksikan program tentang fauna di layar kaca, tentu Anda pernah melihat sejumlah hewan berjalan, terbang ataupun berenang secara bersamaan. Sekelompok hewan itu biasanya disebut dengan koloni. Tahukah Anda, sebenarnya hewan-hewan dalam satu koloni umumnya merupakan satu keluarga?

Ya, sekelompok hewan itu adalah keluarga besar. Keluarga yang terdiri dari Induk dan anak. Dalam perjalanan, tak jarang koloni-koloni tersebut bertemu dengan berbagai rintangan. Adanya predator, cuaca yang buruk, sumber makanan yang menipis, dan bahkan matinya sejumlah kecil keluarga mereka. Meski demikian, berbagai permasalahan yang timbul tidak membuat koloni tadi berhenti untuk meneruskan perjalanan, seperti ketika mereka bermigrasi. Tujuannya untuk menemukan kehidupan yang lebih baik.

Ketika bertemu predator, koloni hewan bekerja sama untuk melawan fauna pemangsa. Bila Anda tahu, koloni gajah yang sedang bermigrasi, jika bertemu dengan singa, akan menempatkan anak-anaknya di tengah. Sedangkan gajah-gajah yang besar lainnya, membuat lingkaran untuk melindungi si kecil. Koloni burung yang bermigrasi, ketika bertemu dengan predator, akan membuat gerakan acak, sehingga burung pemangsa kesulitan menangkap salah satu dari mereka.

Demikian pula saat cuaca buruk datang, sang induk akan menjaga anak-anak mereka di bawah tubuhnya. Melindunginya. Sehingga terhindar dari dampak cuaca, yang bisa membuat anak-anak mereka tak mampu melanjutkan hidup.

Membangun Surga di Rumah

Apa yang ada di benak Anda tentang surga? Pasti segala sesuatu yang indah dan baik. Bangunan rumah yang indah, istri yang cantik, harta berlimpah, dan makanan yang lezat. Di dalamnya segala keinginan kita bisa terpenuhi. Mulai dari hal yang mudah hingga yang sulit didapatkan.

Dalam surga pun tidak ada tutur kata yang buruk. Semuanya baik, sopan, penuh kebaikan dan selalu memberi semangat. Kehidupan di surga memang sangat ideal. Seperti halnya diberitakan di Kitab suci maupun melalui ucapan Nabi dan Rasul.

Surga diperuntukkan bagi manusia yang telah berbuat kebaikan di dunia sekaligus menjauhi keburukan. Surga juga diperuntukkan bagi hamba Tuhan yang selalu tunduk pada aturan-Nya.

Tahukah Anda, sebenarnya kita juga bisa membangun replika “surga” di rumah. Memang tidak seperti wujud surga sesungguhnya, namun paling tidak replika ini dapat menjadi sebuah dorongan semangat untuk selalu berbuat kebaikan. Sehingga kita bisa memperoleh surga yang sebenarnya.

Apakah Anda Salah Satu Pengubah Dunia?

Ada yang bilang, persaingan hidup di dunia saat ini bukan hanya di kehidupan nyata, namun juga di dunia maya. Sepertinya hal ini ada benarnya. Sebuah media ternama mengumumkan nama sejumlah pemuda yang mampu mengubah dunia. Sebagian besar diantaranya meraih simpati dan kesuksesan dari dunia maya.

Beberapa orang ini ditulis sebagai manusia yang bisa mengubah dunia. Mereka sama, manusia seperti kita. Bahkan usia mereka masih tergolong sangat muda. Bedanya adalah ide dan aksi yang telah mereka lakukan. Ide dan aksinya berdampak luas. Bukan hanya bagi individu, kota ataupun negara. Namun ide dan aksi mereka mampu mengubah cara pandang dunia.

Saya akan menuliskan beberapa orang diantara mereka. Yang pertama adalah Mark Zuckerberg. Pemuda asal Amerika inilah yang membuat situs jejaring sosial Facebook, di usia 19 tahun (saat ini usianya sekitar 26 tahun). Awalnya situs Facebook digunakan sebagai sarana komunikasi antar mahasiswa Harvard, tempatnya berkuliah. Namun saat ini Facebook sudah menjadi situs raksasa nomor satu di dunia, dengan jutaan pengguna baru setiap bulan.

Selanjutnya ada Steve Shih Chen dan Chad Hurley. Keduanya adalah pencipta dari situs “berbagi video online”, YouTube di tahun 2005. Saat itu, Chad berusia 28 tahun dan Steve berumur 27 tahun.Dengan keuletan pemasaran yang mereka lakukan, saat ini Youtube menjadi situs berbagi video nomor satu di dunia. Dan ketika diakuisi oleh Google di tahun 2006 setahun setelah didirikan, nilai Youtube sudah Rp. 16,9 triliun rupiah.

Melompat Lebih Tinggi

Binatang apa yang lompatannya paling tinggi dibandingkan ukuran tubuhnya? Kalau Anda menjawab kanguru, bukan, karena kanguru melompat paling tinggi 5 kali ukuran tubuhnya. Jika Anda menjawab katak, juga bukan, karena katak paling jauh melompat 20 kali ukuran tubunya. Belalang? Juga bukan. Memang belalang bisa melompat lebih dari 100 kali ukuran tubuhnya, namun itu juga karena bantuan sayapnya.

Jawabannya adalah kutu anjing. Kutu anjing memiliki lompatan tertinggi dibanding ukuran tubuhnya. Binatang ini bisa melompat 300 kali ukuran tubuhnya.

Ada sebuah penelitian yang dilakukan, untuk mengurangi kemampuan lompatan kutu anjing. Seekor kutu anjing liar, ditempatkan dalam sebuah kotak korek api, dengan tetap diberikan makanan setiap harinya. Selama beberapa minggu di kotak korek api, kutu anjing melompat dalam gelap. Hal ini membuat kutu anjing susah memprediksi keadaan sekitar. Dirinya juga tidak mampu mengira-ngira ketinggian atap kotak korek api.

Ketika dia melompat, badan kutu anjing akan seringkali berbenturan dengan atap kotak korek api. Hal ini membuat kutu anjing semakin lama mengurangi intensitas lompatannya, supaya tidak lagi berbenturan. Setelah beberapa minggu, kutu anjing dikeluarkan dari kotak korek api. Meski kutu anjing bisa memprediksi keadaan sekitar, ternyata lompatannya tidak lagi setinggi 300 kali ukuran tubuhnya. Anda bisa menebak, lompatan kutu anjing sekarang tidak lebih tinggi dari kotak korak api.

Rantai Gajah

Sebuah media massa di Thailand pernah memberitakan, bahwa ketika terjadi kebakaran di kebun binatang kota, hampir semua binatang bisa diselamatkan kecuali seekor gajah.

Bagaimana seekor gajah itu bisa mati terpanggang, padahal gajah bertubuh besar dan sebenarnya dia bisa dengan mudah untuk menerobos semua rintangan? Mengapa gajah seakan tak berdaya di tengah kepungan api? Ternyata ini akibat tindakan pawang gajah yang lalai melepakan seutas tali rafia di kaki gajah. Bagaimana bisa demikian? Begini kisahnya.

Thailand dikenal sebagai negerinya para gajah. Ya, memang Thailand sangat terkenal dengan para pawang gajahnya yang handal. Bagaimana cara para pawang gajah di Thailand untuk menjinakkan gajah?

Pertama, gajah liar dibius. Setelah tertidur, kaki gajah kemudian diikat dengan rantai kapal di sebuah pohon. Rantai yang cukup besar. Ketika gajah terbangun, maka sang gajah akan berusaha lari. Beberapa langkah kemudian, sang gajah akan terjatuh. Semakin sering dia berusaha lari, dia akan makin sering terjatuh. Dan makin sering terjatuh, makin sakitlah dia.

Mengedepankan Naluri

Banyak orang yang mengabaikan peranan berbagai serangga kecil di alam. Dan keajaiban-keajaiban yang telah mereka buat. Saya sendiri baru menyadarinya beberapa waktu yang lalu, saat membaca sejumlah literatur buku.

Ada beberapa fakta yang mengejutkan. Yang sebenarnya sudah ada sejak serangga diciptakan. Namun dengan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, hal tersebut baru diketahui.

Saya ambil contoh serangga yang mengagumkan. Serangga itu adalah semut. Serangga ini hidup berkoloni dengan jumlah jutaan ekor. Ada semut ratu, semut pekerja dan semut penjaga. Meski demikian semut mampu menjaga keharmonisan rumah tangganya. Tidak seperti manusia yang dengan mudahnya cekcok dan bersitegang saat di dalam tumah.

Setiap ekor semut mampu membawa beban 300 kali lebih berat dibanding bobot tubuhnya. Semut pun berbagi dengan sesama. Ketika “bersalaman” dirinya berbagi informasi pasokan makanan, sekaligus memperkenalkan diri pada semut yang lain, dengan bau khas dari feromon koloninya. Ini semua dilakukan dengan naluri yang luar biasa.

Bersyukur > Berterima Kasih

Mendapatkan hadiah secara cuma-cuma dan sangat berharga adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Anda dan saya pun akan merasakan hal yang sama, jika memperoleh hadiah yang sangat bernilai. Mungkin kita tidak akan berhenti bersyukur atas pemberian itu.

Dari sekian banyak pemberian yang kita terima di dunia, ternyata pemberian yang sangat berharga bukanlah dari manusia. Namun berasal dari Tuhan. Ya, Tuhan telah menganugerahkan kepada kita fisik dan mental yang tak ternilai oleh apapun. Dan saya yakin, Anda tidak akan rela bagian tubuh Anda ditukar dengan rupiah ataupun dolar dalam jumlah berapapun.

Coba kita selidiki sebagian kecil kelebihan fisik dan mental kita, yang telah diberikan secara cuma-cuma oleh-Nya.

Mata kita mampu membedakan lebih dari 10 juta warna dalam waktu singkat. Otot manusia, bila digabungkan akan mampu menarik beban seberat 25 ton, atau setara dengan sebuah tank. Pembuluh darah kita berukuran sangat kecil namun panjangnya dua kali keliling bumi. Dengan desain yang mengagumkan, pembuluh darah dapat menjangkau setiap sudut tubuh manusia, untuk menghantarkan nutrisi dan oksigen.

Potensi dari masing-masing pemberian Tuhan sangat luar biasa. Demikian pula dengan otak kita. Otak kita hanya memerlukan energi setara dengan lampu 5 watt. Namun bisa bekerja seperti seperangkat superkomputer canggih yang tersusun dalam gedung 100 tingkat. Maha Suci Allah.

Nah, oleh karena itu, sungguh sangat lazim bila kita bersyukur pada Tuhan atas segala pemberian-Nya. Hanya saja ada sebagian dari kita yang menganggap bersyukur = terima kasih. Padahal bukan hanya itu.

Semisal Anda memberikan hadiah pada rekan Anda sebuah jam tangan mahal. Awalnya rekan Anda mengucap terima kasih hingga meneteskan air mata. Namun ternyata hingga beberapa tahun, jam tangan Anda tidak pernah dipakai dan tidak difungsikan. Apakah itu bersyukur? Jelas tidak. Andapun akan enggan memberikan rekan Anda tadi hadiah yang lain.

Demikian pula dengan kita. Tuhan sudah menganugerahkan berbagai hadiah fisik dan mental yang tak ternilai. Sangatlah pantas bila kita mengucap terima kasih. Tetapi bila kita tidak mempergunakan potensi yang diberikan Tuhan untuk kebaikan, maka sebenarnya kita belum bersyukur. Bila kita tidak mengoptimalkan pemberian Tuhan untuk menghasilkan karya di dunia, maka sejatinya kita juga belum bersyukur.

Bersyukur lebih besar artinya daripada sekedar mengucap terima kasih. Optimalkan potensi Anda, karena itulah syukur yang sebenarnya.


Mengadu kepada Tuhan

Hidup penuh dengan permasalahan. Baik itu kecil maupun besar. Sebuah riset menyebutkan bahwa untuk meringankan beban hidup, seseorang harus berbagi dengan sesama. Hanya saja, tidak selamanya permasalahan Anda bisa selesai dengan mengatakannya kepada anggota keluarga ataupun rekan yang terpercaya. Masalah itu tambah ringan? Iya, jika Anda berbagi. Namun apakah masalah itu terselesaikan? Belum tentu.

Guru spiritual saya mengajarkan, jika Anda ingin masalah Anda benar-benar terselesaikan maka mengadulah kepada Tuhan. Tidak ada satupun kekuatan di alam semesta yang mampu menghentikan kehendak Tuhan.

Saya pun demikian, ketika saya menghadapi berbagai problem yang tak terselesaikan dengan mudah, satu-satunya langkah final adalah dengan mengadu kepada Tuhan. Memohon batuannya, mengharap keajaiban hadir dari-Nya. Namun guru saya juga menambahkan, bila Anda ingin Tuhan menyelesaikan masalah Anda, maka Anda harus seringkali mengingat Tuhan dan seringkali mengadu pada-Nya.

Berbicara tentang menagadu pada Tuhan, ada sebuah fenomena menarik yang saya baca di sejumlah literatur tentang tanaman. Anthony Trewavas dari University οf Edinburgh dalam bukunya mengatakan bahwa tanaman punya kemampuan memecahkan masalah. Artinya tanaman memiliki kecerdasan. Pernyataan ini memicu peneliti plant neurobiology mengadakan konferensi di Florence (Italia) pada Mei 2009 untuk membahas keberadaan otak pada tumbuhan.

Yang paling mengejutkan adalah adanya penelitian yang diungkap di Journal of plant Molecular Biologist. Yang menyebutkan bahwa tanaman mengeluarkan suara-suara yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa. Suara ini bersifat cahaya elektrik. Melalui Oscilloscope, para peneliti bisa menyaksikan denyutan cahaya elektrik itu berulang lebih dari 1000 kali dalam satu detik. Dan ternyata setelah diamati lebih teliti selama 3 tahun melalui Oscilloscope, getaran-getaran itu tidak lain adalah lafadz nama Tuhan (Allah).

Saya seorang Biolog dan saya muslim. Saya tertarik untuk membandingkan hal ini dengan kitab suci. Ternyata lebih dari 1400 tahun yang lalu Tuhan sudah menjawabnya. Dalam Quran Surah Ar Rahman ayat 6, Tuhan berfirman, “Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.” Selain itu di Qur’an Surah Al Isra ayat 44, Tuhan juga berfiman, “….Dan tak ada sesuatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya,tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”

Ayat-ayat di atas benar-benar membuat saya tertegun. Bila tumbuhan yang bukan makhluk paling sempurna saja, selalu mengingat dan mengadu pada Tuhan. Bukankah seharusnya kita lebih mendekat dan mengadu pada-Nya supaya tiap masalah kita terselesaikan?


Menabung Energi Positif

Pernahkah Anda merasa sudah melakukan yang terbaik namun ternyata hasil usaha Anda tidak sesuai yang diharapkan? Pernahkah Anda merasa sudah mengeluarkan energi sebanyak 100, tetapi ternyata apa yang Anda peroleh tidak lebih dari 10?

Bila Anda pernah mengalaminya, jangan putus asa, jangan frustasi, jangan stress. Apa yang telah Anda lakukan sebenarnya tidak sia-sia, semua ada timbal baliknya, termasuk usaha Anda. Bila Anda merasa hasilnya belum memenuhi harapan, jangan kuatir, itu tandanya Anda sedang menabung energi.

Apa itu tabungan energi? Pernahkah Anda berbelanja lalu masih ada sisa uang di dompet Anda? Nah, seperti itulah tabungan energi. Cadangan modal yang siap dipakai dan dicairkan pada waktunya. Kapan? Yang bisa membuatnya cair adalah Tuhan plus sedikit usaha Anda.

Keberadaan cadangan energi sebenarnya sudah disiratkan oleh ayat-ayat Tuhan yang ada di alam. Saat tumbuhan hijau berfotosintesis, maka hasil berupa glukosa akan dipakai sebagai sumber energi bagi tanaman. Ketika ternyata kebutuhan energi glukosa yang diperlukan tumbuhan hanya sedikit, maka kelebihannya disimpan sebagai cadangan makanan.

Cadangan makanan ini bisa kita lihat dalam berbagai bentuk. Ada yang dalam bentuk buah, seperti buah mangga, buah pisang, dan buah semangka. Ada yang dalam bentuk umbi, seperti singkong dan bawang merah. Adapula yang disimpan di batang, seperti tebu dan kentang.

Buat Hari Anda Penuh Keajaiban

Mungkin bagi kita yang berada di daerah tropis, ketika melihat seekor burung membuat sarang, bukanlah hal yang luar biasa. Namun bagi Anda yang berada di daerah 4 musim, seekor burung yang membuat sarang adalah peristiwa yang penuh keajaiban dan inpirasi.

Bagaimana bisa? Nah, disinilah ajaibnya. Burung di daerah 4 musim, seperti camar laut, burung jalak maupun elang laut, hanya memiliki kesempatan 8 bulan untuk membuat sarang hingga mengajari anak-anaknya untuk terbang. Iya, mereka akan kawin di musim semi (4 bulan) dan menetaskan telur-telurnya di musim panas (4bulan).

Dalam 4 bulan pertama (musim semi), setiap burung memiliki tugas berat, yaitu mencari pasangan masing-masing. Selain itu mereka harus membuat sarang untuk menarik pasangannya supaya mau hidup bersama. Andaikata dalam waktu 4 bulan pertama ini tugas burung tidak mampu dikerjakan dengan baik, maka dirinya harus menunggu setahun lagi untuk bereproduksi.

Sedangkan di 4 bulan kedua (musim panas), sang burung harus mampu menentaskan telurnya, mengasuh anak-anaknya, hingga mengajarinya terbang sebelum musim gugur tiba. Dan tidak main-main mereka harus mampu mengajari anak-anaknya untuk mampu terbang ribuan kilometer dalam bermigrasi menghindari musim dingin. Andaikata di 4 bulan kedua, burung tidak mampu mengasuh anak-anaknya untuk bisa terbang jauh, maka bisa dipastikan sang anak akan mati di tengah migrasi.

Dengarlah Apa yang Dikatakan

Saya hari ini mendapat pelajaran berharga, ternyata tidak selamanya rekan kita mendengar apa yang saya ucapkan. Mungkin karena menurut dirinya “derajat” saya di bawahnya. Karena jumlah harta, gelar pendidikan ataupun dari raut wajah saya memang tak sebening dirinya. Hehe. Sehingga rekan saya menganggap apapun yang saya ucapkan dan sampaikan hanya sekedar angin lalu. Dia mengangguk, namun anggukannya terkesan asal dan tak berarti.

Saya jadi ingat kisah sahabat Ali bin Abi Thalib. Ali r.a, adalah seorang sahabat yang dikenal cukup brillian dan jenius. Pemikirannya cemerlang dan di waktu itu tak ada siapapun yang mampu berdebat dan menang argumen dengannya. Bahkan Rasulullah Muhammad Saw, memberikan gelar Ali bin Abi Thalib sebagai pintu ilmu di negeri Madinah (Al Madinatul ‘Ilm).
Salah satu yang membuat Ali menjadi pandai dan memiliki ilmu yang tinggi adalah ketundukan hatinya pada masukan dan nasihat dari yang lain. Meski bukan dari golongan kaum muslimin saat itu. Ali bin Abi Thalib selalu terbuka terhadap inovasi-inovasi baru, yang membuatnya cepat tanggap dengan perubahan yang ada. Dirinya juga rajin menimba ilmu dari siapapun, salah satu perkataannya yang terkenal adalah, “Jangan melihat siapa yang berkata namun dengarlah apa yang dikatakannya.”

Sudahkah Kita Memantaskan Diri?

Para pemenang kehidupan, pernahkah Anda bertanya pada diri Anda, apa yang sangat Anda inginkan saat ini? Bisa jadi jawaban Anda bervariasi. Ada yang ingin mendapatkan harta yang berlimpah. Ada yang mendambakan promosi kedudukan di tempat kerjanya. Adapula yang hanya ingin kembali bersatu dengan keluarganya, setelah lama tercerai berai. Dan ada juga yang memimpikan untuk bisa bahagia dan tidak menyusahkan orang lain selama dia masih hidup. Jawaban di atas hanyalah beberapa contoh kemungkinan argumen yang muncul. Meski demikian, tidak ada satupun manusia di dunia yang bisa menerka apa jawaban Anda. Apa yang Anda inginkan saat ini. Bisa sesuatu yang sangat sederhana, bisa juga sesuatu yang sangat kompleks dan rumit.

Apapun tanggapan Anda tentang pertanyaan di atas, itu murni hak masing-masing individu. Saya sendiri mempunyai keinginan besar, untuk bisa menjadi pemenang di kehidupan dunia dan akhirat, sesuai dengan target dan langkah-langkah yang telah saya buat.

Demikian pula dengan Anda. Untuk semakin mengarah dan mendekati keinginan Anda, tentu Anda membutuhkan persiapan. Layaknya seorang pendaki gunung yang akan menempuh perjalanan jauh, menanjak, terjal dan penuh berbagai kemungkinan. Pastinya persiapan yang diperlukan tidak main-main. Makin matang persiapan seorang pendaki, maka kian mudah pula dia menapaki tanjakan curam, tebing berbatu, dan jurang yang dalam. Sebaliknya, bila seorang pendaki tidak mempersiapkan diri untuk berjalan di belantara pegunungan, maka kesuksesan menuju puncak sepertinya akan berat untuk direngkuh.

Menjadi Manusia Serba Bisa

Melihat keadaan dunia yang seperti sekarang ini, kita dituntut untuk selalu meningkatkan kompetensi di bidang apa pun yang kita tekuni. Persaingan semakin tajam dan kita tentu tidak mau tersingkir dari arena karena kalah amunisi dalam bersaing.

Sekarang kita dihadapkan dengan keadaan yang berubah dengan kecepatan tinggi. Kita dituntut untuk menjadi manusia yang serba bisa. Kalau tidak, maka hidup akan keras kepada kita. Kita harus memiliki segudang kebisaan:

- Bisa hidup senang, bisa hidup susah.
- Bisa hidup di desa, bisa hidup di kota.
- Bisa makan enak, bisa puasa.
- Bisa menerima, bisa memberi.
- Bisa mengasihi, bisa menyayangi.
- Bisa membaca, bisa menulis.
- Bisa melihat peluang, bisa memanfaatkan peluang, bisa menciptakan peluang.
- Bisa mempertahankan budaya tradisional, bisa menguasai dan memanfaatkan teknologi canggih.
- Bisa membeli, bisa menjual.
- Bisa diajar, bisa mengajar.
- Bisa menikmati hasil karya orang lain, bisa menciptakan karya untuk orang lain.
- Bisa mendengar, bisa mengemukakan pendapat.
- Bisa berbuat, bisa bertanggung jawab.
- Bisa gagal, bisa bangkit, bisa sukses.
- Bisa berempati, bisa membantu orang lain.
- Bisa menghadapi masalah, bisa menemukan solusi.
- Bisa istirahat, bisa bekerja keras.
- Bisa bahagia di dunia, bisa bahagia di akhirat.

Semakin banyak yang kita bisa, maka semakin terbuka lebar peluang keberhasilan kita raih. Kita tidak bingung lagi karena kita telah cukup bekal dan ‘persenjataan’ untuk terjun ke ‘medan tempur’. Kita tidak akan pernah menyerah karena kita memilih mati terbunuh atau menang.

Rahasia Kecil Kebahagiaan

Rahasia kebahagiaan adalah memusatkan perhatian pada kebaikan dalam diri orang lain. Sebab, hidup bagaikan lukisan: Untuk melihat keindahan lukisan yang terbaik sekalipun, lihatlah di bawah sinar yang terang, bukan di tempat yang tertutup dan gelap sama halnya sebuah gudang.

Rahasia kebahagiaan adalah tidak menghindari kesulitan. Dengan memanjat bukit, bukan meluncurinya, kaki seseorang tumbuh menjadi kuat.

Rahasia kebahagiaan adalah melakukan segala sesuatu bagi orang lain. Air yang tak mengalir tidak berkembang. Namun, air yang mengalir dengan bebas selalu segar dan jernih.

Rahasia kebahagiaan adalah belajar dari orang lain, dan bukan mencoba mengajari mereka. Semakin Anda menunjukkan seberapa banyak Anda tahu, semakin orang lain akan mencoba menemukan kekurangan dalam pengetahuan Anda. Mengapa bebek disebut “bodoh”? Karena terlalu banyak bercuap-cuap.

Rahasia kebahagiaan adalah kebaikan hati: memandang orang lain sebagai anggota keluarga besar Anda. Sebab, setiap ciptaan adalah milik Anda. Kita semua adalah ciptaan TUHAN yang satu.

Rahasia kebahagiaan adalah tertawa bersama orang lain, sebagai sahabat, dan bukan menertawakan mereka, sebagai hakim.

Rahasia kebahagiaan adalah tidak sombong. Bila Anda menganggap mereka penting, Anda akan memiliki sahabat ke manapun Anda pergi. Ingatlah bahwa musang yang paling besar akan mengeluarkan bau yang paling menyengat.

Pelangi Kehidupan

Harapan adalah doa dalam tindakan. Dia yang lupa berdoa tetapi bertindak, lebih berhak untuk berharap; daripada dia yang hanya berdoa tetapi tidak bertindak.

Apa pun yang anda kerjakan dengan sungguh-sungguh hari ini adalah pembentuk keberhasilan anda di masa depan, terutama bila anda cerdas memilih yang anda kerjakan hari ini.

Setia mengupayakan penyelesaian adalah pembuka semua kemungkinan. Batu besar harus dipukul terus sebelum ia pecah. Maka hati anda harus lebih kuat daripada masalah anda.

Sebuah komputer dapat menggantikan peran dari 100 orang biasa. Tapi tidak ada komputer yang akan bisa menggantikan peran dari seorang yang luar biasa, seperti anda.

Sikap yang tepat adalah penentu utama semua keberhasilan. Apapun yang besar dan berkualitas tinggi tetapi tanpa sikap yang tepat, akan menjadi pemborosan besar.

Perhatikanlah. Hampir semua masalah kita datang karena kita hanya menyesuaikan diri dengan masalah, tetapi tidak menyelesaikannya. Apapun masalah anda, hadapi sekarang.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...