Tampilkan postingan dengan label Iptek Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iptek Anak. Tampilkan semua postingan

Kelinci


Kelinci adalah hewan Mamalia yang bertubuh kecil, yang mampu hidup di banyak tempat di muka bumi. Terdapat beberapa jenis kelinci yang ada di dunia ini, jenis tersebut adalah Kelinci Eropa / European rabbit (Oryctolagus cuniculus),Kelinci Cottontail (genus Sylvilagus; 13 species), Kelinci Amami (Pentalagus furnessi, terdapat di Daerah Amami Ōshima Jepang)..


Habitat Kelinci

Kelinci mampu hidup di banyak kawasan di bumi dan mereka sangat menyukai hidup berkelompok. Kelinci Eropa yang terdiri dari banyak jenis, memiliki sifat menyukai membuat lobang di bawah tanah atau lobang diantara semak (perhatikan gambar) sebagai habitatnya.

Ekosistim yang banyak dihuni kelinci adalah padang rumput, hutan, semak belukar. Kelinci juga mampu beradaptasi dengan padang pasir maupun daerah yang basah. Lebih dari separo populasi kelinci dunia hidup di Amerika Utara. Selebihnya mereka hidup tersebar di Eropa, India, Sumatra, Jepang danj Afrika. 

KENAPA SIH MUNCUL UBAN?

Suatu hari yang cerah, teman kamu Dzikry mau mencukur rambutnya yang mulai gondrong. Bersama kakek, Dzikry pergi ke barber shop, tempat cukur rambut. Saat sedang dicukur, ia memperhatikan helaian rambut hitamnya yang berjatuhan. Ddzikry menoleh ke arah kakek yang menungguinya dan memperhatikan rambut kakek yang hampir semuanya berwarna putih. Dalam benaknya muncul pertanyaan mengapa warna rambut bisa berubah. Eh, apa teman-teman juga pernah bertanya-tanya, kenapa sih muncul uban?

Pada umumnya seiring dengan bertambahnya usia seseorang, warna rambutnya yang hitam pun mulai berubah menjadi putih, yang biasa kita sebut “uban”. Kemunculan uban ternyata erat kaitannya dengan pigmen (zat warna) rambut yang disebut dengan melanin. Ada dua jenis melanin yaitu eumelanin yang berwarna hitam atau coklat tua, dan pheomelanin yang berwarna kuning kemerah-merahan. Dua zat warna ini dibuat oleh sejenis sel yang disebut melanocyte yang terletak di pangkal rambut dan di bagian dasar dari lapisan kulit terluar atau epidermis. Kata para ahli, produksi pigmen rambut dikontrol oleh gen, yang salah satunya bernama gen MC1R.


Mendung Pertanda Hujan



Saat musim hujan tiba, mama dan papa pasti khawatir jika kita pergi ke luar rumah tanpa membawa payung. Karenanya, kita terbiasa menengadahkan kepala ke atas, memandang langit untuk menebak apakah sebentar lagi akan turun hujan atau tidak dengan melihat warna awan. Jika awan berwarna abu-abu atau kehitaman, tandanya tak lama lagi akan turun hujan. Semakin pekat dan gelap warna awan, hujannya bakal semakin deras.

Teman-teman, pernahkah kamu bertanya mengapa awan berwarna abu-abu atau kehitaman jika akan turun hujan? Bukankah awan (yang mengandung air) seharusnya berwarna bening?

Menurut Richard Brill, asisten profesor di Honolulu Comminity College, Hawaii, untuk mengetahui jawabannya, ada beberapa hal yang perlu dipahami. Awan mendung sebetulnya tersusun atas butiran-butiran kecil air dan kristal es bila suhu udara cukup dingin. Nah, pada awan yang tipis, kebanyakan sinar matahari yang menerpanya akan diteruskan, sehingga akan tampak berwarna keputihan jika dilihat dari permukaan bumi. Namun pada awan yang pekat dan tebal, akan sedikit sinar matahari yang mampu menembusnya. Semakin tebal awan tersebut, sinar yang diteruskan semakin sedikit. Akibatnya, awan yang tebal akan tampak berwarna gelap di permukaan bawahnya, namun masih menghamburkan semua cahaya. Kita melihatnya berwarna abu-abu.

Awan mendung, menurut Douglas Wesley, pakar meteorologi dari the Cooperative Program for Operational Metereology, Education and Training (COMET) memang mengandung berton-ton air. Air ini siap tertumpah ke bumi. Lalu mengapa awan yang mengandung berton-ton air itu tidak jatuh ya?

Inilah uniknya, teman-teman. Ternyata, meskipun jumlahnya banyak, ukuran butiran air dan es yang membentuk awan hitam sangatlah kecil. Karenanya, butiran-butiran yang sangat ringan ini tidak jatuh, melainkan melayang-layang di udara. Secara sederhana, kamu bisa membayangkan butiran debu. Ketika sinar matahari memasuki rumah melalui lubang atap yang bocor, kamu bisa melihat dengan jelas butiran debu yang melayang-layang di udara, seperti itulah butiran air dan es di awan.

Teman-teman, begitulah sedikit cerita tentang awan mendung. Selama ini mungkin kita terbiasa melihatnya sebagai hal yang sederhana saja dan tak pernah berpikir jauh tentang warna awan. Padahal Pencipta alam semesta beserta segala isinya adalah Allah, Pencipta Mahasempurna. Segala sesuatu yang diciptakan Allah pastilah senantiasa menarik untuk kita cermati lebih lanjut sehingga akan membuat kita kagum akan kebesaran-Nya. Tidak heran jika Allah menyuruh kita untuk memikirkan dan meneliti ciptaan Allah yang satu ini dalam ayat berikut:

Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya… (QS. An Nuur, 24:43)


Jaring Laba-laba yang Menakjubkan!!

Teman-teman, apa yang terlintas di benak kamu ketika mendengar kata laba-laba? yup, jaring-jaringnya!.

Jaring laba-laba memiliki rancangan yang unik dengan perhitungan teknik yang menyertainya. Jika kita memperbesar laba-laba menjadi seukuran manusia, jaring yang dianyamnya itu akan memiliki tinggi sekitar 150 meter (waah, sama tingginya dengan gedung pencakar langit 50 lantai dong?!).

Lalu, bagaimana makhluk yang mungil ini membuat jaringnya ya?.

Pertama-tama, laba-laba melempar benang yang dipintalnya ke udara, lalu aliran udara membawanya ke tempat tertentu dimana benang menempel. Lalu pekerjaan konstruksi pun dimulai (wow, ternyata laba-laba seperti arsitek saja ya?). Nah, untuk menganyam sebuah jaring, si arsitek mungil ini memerlukan waktu sekitar satu jam.

Awalnya, laba-laba menarik benang jenis kuat dan tegang dari titik pusat ke arah luar guna mempersiapkan kerangka jaringnya. Ia lalu menggunakan benang jenis kendor dan lengket untuk membuat lingkaran dari arah luar ke dalam. Dan kini jaring-jaringnya yang berfungsi sebagai perangkap mangsa itu pun telah siap.

 

HEBATNYA TOKEK BISA NEMPEL DI DINDING

Teman-teman, sering melihat tokek di rumah? Binatang mungil yang lebih gede sedikit daripada cicak. Kalau spiderman, temen-temen kenal kan?. Apa hubungannya hayoo tokek dengan Spiderman? hubungannya, sama-sama jago merayap!. Teman-teman yang suka nonton film spiderman, biasa melihat bagaimana sang jagoan merayap di atap tembok dengan tangan kosong. Kamu mungkin begitu terkagum-kagum dengan jagoan fiktif ini, tapi pernahkah teman-teman memperhatikan si mungil tokek yang nyatanya lebih jago daripada spiderman?. Apa dan bagaimana keistimewaan salah satu makluk mungil ciptaan Tuhan ini, yuk teman-teman kita simak bersama.

Kehebatan Daya Lekat Tokek

Tokek, dapat merayap dan menempel dimana saja, baik itu di permukaan yang basah, kering, ataupun yang paling licin sekalipun. Tokek tidak hanya bisa merayap di dinding tembok, tapi di permukaan kaca yang basah pun ia dapat merayap dengan lincah, tanpa takut tergelincir jatuh. Subhanallah ya teman-teman.

Teman-teman, tahukah kalian bahwa hewan-hewan yang bisa menempel di dinding memanfaatkan unsur air untuk menciptakan efek kapiler. Pemanfaatan air itu dapat menimbulkan daya rekat dari kaki hewan tersebut. Namun, hal tersebut ternyata tidak berlaku untuk tokek. Berdasarkan penemuan terbaru para ahli, mereka menemukan bahwa tokek memiliki kemampuan daya rekat kering (dry stickiness), maksudnya tokek tidak memanfaatkan air untuk menempel di dinding.

KENAPA ADA SIANG DAN MALAM ?

Teman-teman, lagi asyik-asyik main, eeeh matahari mulai tenggelam, mama pun memanggil kita untuk pulang ke rumah karena hari mulai gelap. Teman kamu Dzikry berpikir kenapa sih ada siang dan malam? Kenapa hari itu tidak siang saja, kan asyik terang benderang terus. Teman-teman juga pernah berpikir seperti Dzikry ya?

Sudah sejak lama, manusia selalu mencoba mencari tahu setiap kejadian-kejadian nyata yang terjadi di sekelilingnya. Salah satu yang menjadi pertanyaan adalah tentang pergantian siang dan malam, dan kaitannya dengan perubahan musim yang berbeda di beberapa belahan bumi.

Terjadinya siang-malam, berdasarkan penelitian para ahli, tidak lepas dari adanya perputaran bumi pada porosnya dan mengorbit pada matahari. Bumi membutuhkan waktu satu tahun atau 365 hari enam jam untuk membuat satu orbit matahari.

Pada sisi lain, cahaya matahari tidak mampu menyinari seluruh isi bumi secara bersamaan. Ketika teman-teman berada di siang hari, berarti bagian bumi tempat kamu berpijak sedang menghadap matahari. Dan sebaliknya ketika malam tiba, saat bagian bumi yang kamu pijak itu sedang membelakangi matahari.



Pergantian siang dan malam, terkait pula dengan pergantian musim. Pergantian siang dan malam di Indonesia selalu tetap dengan rata-rata perputaran 24 jam sehari. Sehingga di Indonesia, kita hanya mengalami dua musim, yakni panas dan dingin. Ini berbeda dengan yang terjadi di kutub maupun di sejumlah negara di belahan Eropa dan Amerika yang kadang-kadang mengalami panas berkepanjangan atau sebaliknya. Negara-negara yang dilalui garis khatulistiwa tidak akan pernah mengalami pergantian empat musim. Karena daerah khatulistiwa selalu menghadap ke arah matahari, maka daerah khatulistiwa selalu panas.

Sementara, pergantian empat musim yakni musim dingin, gugur, semi dan panas, juga tidak lepas dari orbit bumi terhadap matahari dan putaran pada porosnya. Musim berganti selama sisi lain bumi condong atau jauh dari matahari. Apabila kutub utara condong ke matahari, belahan bumi bagian utara bertambah dekat dengan matahari dan terjadi musim panas. Sementara, belahan bumi selatan cenderung menjauh dari matahari dan terjadilah musim dingin.Begitu pula sebaliknya. Antara musim dingin dan musim panas di belahan bumi lain mengalami musim semi atau musim gugur. Di kutub utara, ketika pertengahan musim panas tiba, matahari akan terlihat sepanjang malam dan siang. Sedangkan ketika musim dingin datang, kita sama sekali tidak bisa melihat matahari.

Sungguh luar biasa bukan teman-teman keseimbangan pengaturan alam semesta ini. Siapakah Sang Pengatur alam yang Maha Hebat ini? Dia-lah Allah SWT, Tuhan Semesta Alam. (luy)

“Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.” (Q.S. Al Jaatsiyah, 45: 13)



Si Jago Minum dari Padang Pasir

Adik-adik, tahukah kalian bahwa Allah telah menciptakan binatang istimewa yang hidup di padang pasir untuk melayani manusia yang ada di sana? Dialah unta, hewan yang sangat ajaib. Tidak heran jika Allah menyeru kita agar memperhatikan penciptaan unta dalam ayat berikut:

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan.” (QS. Al-Ghaasyiyah, 88:17)

Jika kalian amati unta dengan baik, akan kalian saksikan bahwa setiap bagian tubuhnya adalah keajaiban penciptaan.

Unta dapat bertahan hidup hingga 8 hari pada suhu 50OC tanpa makan dan minum. Ketika menemukan sumber air, unta mampu meminum air sebanyak sepertiga berat badannya dalam waktu 10 menit. Ini berarti 130 liter dalam sekali minum. Jika dalam sehari kalian mampu meneguk 10 gelas air minum, misalnya, maka unta dapat meminum sekitar 120 gelas air dalam waktu 10 menit. Air ini disimpan dalam bentuk lemak pada punuk unta.

Unta mampu memakan duri tumbuhan. Selain itu, unta Dromedary mampu hidup dalam lingkungan bersuhu -52oC di dataran tinggi di Asia Tengah.

Si Mungil Ahli Pemotong Daun


Adik-adik, tahukah kalian bahwa ada jenis semut yang bercocok tanam dengan menumbuhkan jamur di sarangnya? Yah mereka inilah semut-semut petani jamur. Mereka menanam jamur untuk makanan mereka. Mereka menggunakan dedaunan tumbuhan yang telah mereka potong-potong sebagai media penumbuh jamur.

Namun, tahukah kalian, bagaimana semut-semut ini memotong dedaunan? Ternyata semut memiliki peralatan khusus dan sangat ahli dalam memotong dedaunan, bahkan ranting pohon!

Bila ukuran semut dibandingkan dengan manusia, besarnya dedaunan yang mereka potong layaknya selembar papan berat atau sebuah batang pokok pohon. Kita menggunakan peralatan khusus untuk menebang pohon, dengan gergaji mesin misalnya. Tapi, bagaimana semut melakukannya? Jawabannya lagi-lagi menunjukkan keajaiban penciptaan. Allah telah memberi semut seperangkat alat potong yang merupakan keajaiban desain.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...