Bintang-bintang yang Lahir di Lingkungan Ekstrem

Foto gabungan radioUV memperlihatkan lengan-lengan formasi bintang yang membentang jauh dari cakram utama galaksi spiral M83.
Sekitar tahun 1970, biolog dikejutkan oleh penemuan mikroorganisme yang hidup di suhu super panas di Yellowstone National Park, Amerika Serikat. Alih-alih mati di kondisi setara dengan air mendidih, mikroorganisme itu justru tumbuh berkembang dan menunjukkan koloni berwarna cerah. Istilah "extremophile" lalu muncul, merujuk pada bentuk kehidupan yang bisa bertahan di lingkungan ekstrem.

Disiplin ilmu astrobiologi yang salah satunya mengkaji ragam kehidupan di lingkungan ekstrem juga berkembang, menemukan bakteri yang bisa hidup di suhu dingin dan lainnya. Fenome biologi ini membuat para astronom bertanya-tanya, apakah mungkin dalam dunia astronomi juga dikenal "pecinta kondisi ekstrem"?


Peneliti NASA dengan teleskop GALEX (Galaxy Evolution Explorer) menemukan tandanya berupa bintang-bintang ekstrem yang eksis dalam lingkungan tak biasa. Susan Neff, tim ilmuwan GALEX di Goddard Space Flight Center NASA mengatakan, "Kami menemukan lingkungan galaksi ekstrem dimana pembentukan bintang tidak seharusnya terjadi. Ini adalah perkembangan yang mengejutkan."

"Di beberapa citra GALEX, kami melihat bintang-bintang terbentuk di luar wilayah galaksi biasanya, dimana kami berpikir bahwa densitas gas terlalu rendah untuk mendukung kelahiran bintang," sambung Don Neil, tim peneliti GALEX dari California Institute of Technology.

Saat ini, diketahui bahwa bintang terbentuk ketika awan gas runtuh dan tertarik oleh gravitasinya sendiri. Jika awan gas cukup padat dan cukup panas ketika runtuh, maka reaksi nuklir akan terjadi dan akhirnya sebuah bintang akan lahir.

Lengan spiral dari Galaksi Bimasakti adalah salah satu zona terbaik untuk pembentukan bintang, dikenal dengan "goldilocks zone". Neil mengatakan bahwa hal itu disebabnya melimpahnya gas di galaksi tempat Matahari dan Bumi bernaung.

Bintang-bintang temuan GALEX disebut ekstrem salah satunya karena hidup di luar wilayah spiral galaksi. Seperti dikutip Physorg, Selasa (8/11/2011), Neil mengatakan, "Saya tercengang. Bintang-bintang itu benar-benar hidup di tepian."

Diketahui bahwa bintang yang hidup di luar wilayah spiral galaksi bukan satu-satunya bintang ekstrem. Bintang ekstrem lain juga ditemukan di galaksi elips dan tak beraturan yang diperkirakan ilmuwan sangat minim gas.
Sementara itu, ada juga bintang yang ditemukan di debris hasil tumbukan antar galaksi, di ekor benda langit semacam komet yang bergerak cepat di sebuah galaksi serta di awan gas primitif yang dianggap sama sekali tidak cukup untuk menyatu dan membentuk bintang.

Neff mengatakan, "Penemuan ini bisa memberitahukan pada kita tentang proses pembentukan bintang. Mungkin ada sebuah cara pembentukan bintang di lingkungan ekstrem yang belum pernah terlintas di pikiran kita sebelumnya."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...