Mengedepankan Naluri

Banyak orang yang mengabaikan peranan berbagai serangga kecil di alam. Dan keajaiban-keajaiban yang telah mereka buat. Saya sendiri baru menyadarinya beberapa waktu yang lalu, saat membaca sejumlah literatur buku.

Ada beberapa fakta yang mengejutkan. Yang sebenarnya sudah ada sejak serangga diciptakan. Namun dengan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, hal tersebut baru diketahui.

Saya ambil contoh serangga yang mengagumkan. Serangga itu adalah semut. Serangga ini hidup berkoloni dengan jumlah jutaan ekor. Ada semut ratu, semut pekerja dan semut penjaga. Meski demikian semut mampu menjaga keharmonisan rumah tangganya. Tidak seperti manusia yang dengan mudahnya cekcok dan bersitegang saat di dalam tumah.

Setiap ekor semut mampu membawa beban 300 kali lebih berat dibanding bobot tubuhnya. Semut pun berbagi dengan sesama. Ketika “bersalaman” dirinya berbagi informasi pasokan makanan, sekaligus memperkenalkan diri pada semut yang lain, dengan bau khas dari feromon koloninya. Ini semua dilakukan dengan naluri yang luar biasa.

Bagaimana dengan manusia? Tidak sedikit manusia yang mengeluh ketika membawa beban yang tidak sampai separuh berat tubuhnya. Apalagi di saat membawa beban hidup yang terasa sangat berat. Bagaimana dengan silaturrahmi yang digambarkan semut dengan saling “bersalaman”? Silaturrahmi kian hari kian langka. Padahal dengan silaturrahmi kita diajak untuk peduli dengan sesama.

Semut merupakan salah satu makhluk hidup paling tua di sejarah kerajaan hewan. Semut telah hidup jutaan tahun yang lalu. Kekompakan dan kerja sama semut membuatnya tetap eksis hingga sekarang. Berbeda halnya dengan beberapa hewan predator yang tidak bisa bekerja sama dan individualis. Keangkuhan mereka membuatnya lekas punah dan tak lagi dijumpai saat ini. Bagaimana dengan Anda? Memilih bekerja sama untuk tetap eksis atau individualis namun digilas zaman?

Saya hanya merefleksikan naluri serangga kecil yang bisa menjadi inspirasi untuk kita semua. Hanya berbekal naluri saja, semut bisa menjadi makhluk hidup yang bisa bekerja sama, membawa beban yang berat dan berbagi demi yang lain. Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna. Selain naluri, kita memiliki akal dan budi pekerti.

Tentu kita sebagai manusia bisa lebih dari itu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...